Pages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 27 Oktober 2012

Makalah "Bahaya Plastik"



 MAKALAH
BAHAYA PLASTIK

  
DISUSUN OLEH:
AQMARINA KUSUMA WARDHANI
04
XI IPA 3

SMA NEGERI 2 UNGARAN
2012 - 2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, pada penyusun sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Bahaya Plastik" ini, shalawat serta salam kita curahkan pada pemimpin besar kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya, kita semua sebagai umatnya.
Selanjutnya kami mengucapkan terimakasih pada berbagai pihak yang telah memberikan pencerahan untuk penyelesaian makalah ini, kami tidak bisa membalas semua itu semoga Allah SWT, membalas semua yang telah diberikan pada kami sampai makalah ini selesai disusun.
Harapan kami dalam penulisan makalah ini semoga para pembaca dapat memberikan suatu saran yang membangun dalam perbaikan makalah  ini agar menjadi lebih baik dalam karya-karya tulis selanjutnya.
 


Ungaran, 28 Sempember 2012

Penulis





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.................................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
       A. LATAR BELAKANG....................................................................... 1
       B. PERUMUSAN MASALAH............................................................... 1 
       C. TUJUAN...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 3
       A. PENGERTIAN PLASTIK................................................................. 3
       B. MACAM-MACAM PLASTIK............................................................. 4
       C. DAMPAK PLASTIK BAGI KESEHATAN............................................ 6
BAB III PENUTUP................................................................................... 8
       A. KESIMPULAN............................................................................... 8 
       B. SARAN......................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 9




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Seperti yang kita ketahui, pada zaman sekarang ini kehidupan manusia tidak bisa lepas dari penggunaan plastik. Plastik selalu diikut sertakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk tempat makanan, minuman, peralatan rumah tangga dan masih banyak lagi. Plastik sering digunakan karena bahannya ringan, tidak mudah pecah, murah dan sangat mudah didapatkan. Tapi tahukah anda bila ada beberapa jenis plastik ada yang memberikan dampak negative terhadap kesehatan tubuh kita? Banyak dari masyarakat tidak menyadari bahaya yang akan ditimbulkan akibat penggunaan plastik terhadap kesehatan mereka sendiridan terhadap lingkungan sekitar. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan, dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran). Masing-masing jenis plastik mempunyai tingkat bahaya yang berbeda tergantung dari material plastik dan bahan kimia penyusunnya. Namun, ada beberapa jenis plastik yang aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena plastik tersebut mengandung senyawa kimia  BPA.  

B.     PERUMUSAN MASALAH
  1. Apakah yang di maksud dengan plastik?
  2. Apa saja macam-macam plastik?
  3. Bagaimana dampak plastik bagi kesehatan?


C. TUJUAN
     Tujuan merancang tugas ini adalah agar masyarakat mengerti dampak negative plastic untuk kesehatan dan bisa lebih berhati-hati serta teliti dalam menentukan jenis-jenis plastik dalam kehidupan sehari-hari.
 



 BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PLASTIK
Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka "malleable", memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.
Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan ductile.
Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum.
Plastik adalah polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).

B.     MACAM-MACAM PLASTIK


1. Polyethylene Terephthalate (PET, PETE)
PET biasanya dipergunakan di botol minuman dan jenisnya transparan, jernih/bening. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Karena bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)

2. High Density Polyethylene (HDPE)
Benda dengan kode HDPE bentuknya berwarna putih susu dan digunakan untuk botol susu, jus, air, kotak sereal, produk pencuci, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

3. Vinyl (Polyvinyl Chloride or PVC)
Bahan ini paling susah untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa, kontruksi bangunan, plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Bahan ini lebih tahan terhadap bahan senyawa kimia, minyak, dll. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)
Benda dengan kode LDPE biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek (madu, mustard). Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi
dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. Polypropylene (PP)
Barang dengan kode ini merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Cirinya biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila
membeli barang berbahan plastik.

6. Polystyrene (PS)
PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan
meninggalkan jelaga.

7. Lainnya
Barang dengan kode ini bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, botol susu, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate). yang seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidak berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan.

C.    DAMPAK PLASTIK BAGI KESEHATAN
Dioxin adalah bahan kimia yang menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Dioxin sangat beracun untuk sel tubuh kita.
Dr. Edward Fujimoto, Manager Program Kesehatan dari Castle Hospital, pada sebuah tayangan di televisi mengemukakan bahaya dan ancaman kesehatan dari dioxin ini. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak boleh memanaskan makanan kita di Microwave menggunakan tempat atau wadah plastik. Hal ini terutama harus diterapkan kepada makanan yang mengandung lemak/minyak.

Dr. Edward mengatakan bahwa kombinasi dari lemak, panas yang tinggi, dan plastik akan melepaskan dioksin dari plastik ke dalam makanan dan akhirnya masuk ke dalam sel tubuh kita. Dr. Edward menyarankan penggunaan tempat makanan / minuman dari bahan tempered glass / kaca seperti Pyrex atau keramik  untuk memanaskan makanan. Dengan begitu kita tetap dapat mencapai hasil yang sama, tanpa menghasilkan dioksin.
Makanan cepat saji seperti mie instan, soup instan dan makanan instan lainnya yang menggunakan wadah plastik atau stryrofoam harus dikeluarkan dari wadahnya dan dipanaskan di wadah non plastik.
Wadah kertas tidak buruk tetapi anda tidak tahu bahan apa yang terkandung di wadah kertas itu. Dr. Edward mengingatkan bahwa beberapa tahun yang lalu, beberapa dari jaringan retail makanan siap saji beralih dari pembungkus styrofoam ke pembungkus karton/kertas. Dioxin adalah salah satu penyebab utama hal ini.
Dr. Edward juga menunjukkan bahwa plastik wrap yang biasa dipakai untuk membungkus bahan mentah di supermarket sama bahayanya saat dipakai untuk dipanaskan di dalam microwave oven. Pada saat makanan dimasak di dalam microwave, panas yang tinggi akan menyebabkan racun yang berbahaya mencair keluar dari plastik wrap/pembungkus dan masuk ke dalam makanan. Sebaiknya makanan itu ditutupi dengan kertas tissue sebelum dipanaskan di microwave.
Kini ada beberapa plastik generasi baru yang microwave safe tetapi bukan berarti bahwa dengan mencantumkan logo microwave safe menunjukkan bahwa container tersebut 100% bebas dioxin terutama produk-produk China yang tidak jelas standarnya.

  BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
  Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui setiap hari. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan, dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran). Masing-masing jenis plastik mempunyai tingkat bahaya yang berbeda tergantung dari material plastik dan bahan kimia penyusunnya. Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate). yang seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidak berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan.

B.     SARAN
1.   Lebih cermat dalam memilih macam macam bahan plastik, bila memungkinkan pilihlah plastik yang meyantumkan kode 2, 4, 5, dan 7.
2.    Mengganti peralatan rumah tangga yang menggunakan plastik, dengan stainless steel misalnya.
3.   Tidak menggunakan plastik untuk wadah makanan atau minuman.




DAFTAR PUSTAKA